Sejarah Outbound dan Asal Usul Terkenalnya di Indonesia

Sejarah Outbound dan Asal Usul Terkenalnya di Indonesia

Sejarah outbound perlu untuk kita ketahui. Ada sejarah panjang di balik kegiatan outbound yang dikenal masyarakat saat ini.

Sampai saat ini, outbound menjadi kegiatan yang sangat menarik. Biasanya outbound identik dengan liburan secara bersama-sama dari perusahaan maupun keluarga.

Sejarah Outbound dan Asal Usul Terkenalnya di Indonesia
pexels.com

Sejarah Outbound, Berikut Penjelasannya

Siapa yang tidak kenal outbound? Ini adalah kegiatan yang sangat seru dan menjadi kesukaan banyak orang. Ternyata, sejarah kegiatan ini cukup panjang.

Dari berbagai sumber, istilah outbound mulai terkenal setelah berdirinya Outward Bound pada tahun 1941. Kala itu, seorang ahli pendidikan yang berkebangsaan Jerman bernama Kurt Hann mendapat pekerjaan dari Lawrence Holt.

Lawrence Holt sendiri adalah pengusaha terkenal Kapal Niaga. Holt memiliki masalah terhadap kinerja awak kapalnya yang rendah, terutama soal kerja sama antar tim.

Pada akhirnya, Kurt Hann menerima tawaran pekerjaan tersebut. Ia berhasil mengadaptasi suatu konsep untuk mengatasi masalah pada awak kapal milik Holt.

Konsep Training Manajemen

Kurt Haan memiliki konsep training management di alam terbuka untuk mulai meningkatkan koordinasi antar awak kapal. Konsep ini menjadi wadah mereka untuk belajar mematangkan diri dan mengenal lebih dalam potensi masing-masing.

Dengan bantuan Lawrence Holt dan sekolah Outward Bound, maka berdirilah sekolah Outward Bound di Aberdovey, Waled pada tahun 1941. Sekolah ini menjadi tempat latihan fisik dan mental para pelaut muda.

Pelatihan para pelaut tersebut awalnya untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi ganasnya pelayaran di lautan Atlantik karena Inggris terlibat dalam Perang Dunia II.

Jadi, inikah sejarah outbound berkaitan dengan dunia perkapalan atau kelautan. Kegiatan ini juga awalnya berguna untuk kegiatan mendaki gunung dan petualangan di laut sebagai media pelatihannya.

Dr. Kurt Hann menganggap bahwa kegiatan berpetualang bukalah kegiatan biasa, melainkan wahana berlatih anak muda untuk menuju kedewasaan.

Dengan metode, pendekatan, dan media dari sekolah Outward Bound, akhirnya banyak ahli pendidikan yang mengklasifikasikan bentuk dari pelatihan Dr. Hann sebagai Adventure Education atau experienta Learning (EL).

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, untuk metode pelatihan seperti ini semakin berkembang dan banyak ditiru di banyak tempat, bahkan sampai ke luar wilayah Eropa.

Sejarah Outbound di Indonesia

Setelah mempelajari sejarah paling awal dari kegiatan ini, sejarahnya di Indonesia juga tidak terpisahkan dari masuknya Outward Bound. Outward Bound Indonesia (OBI) pertama kali berdiri pada tahun 1990 oleh Djoko Kusumowidagdo.

Masuknya perusahaan tersebut mendapat respon cukup positif dari masyarakat Indonesia. Di masa sekarang, kegiatan outbound tidak hanya untuk kalangan pelaut dan militer, melainkan semakin luas untuk semua kalangan.

Kegiatan outbound saat ini mencakup perusahaan, profesional, lembaga pendidikan, LSM, dan lembaga lainnya. Perkembangan outbound semakin pesat sehingga muncul istilah outing, gathering, team building, exploring, dan lainnya.

Jenis-Jenis Kegiatan Outbound

Dari sejarah outbound, kegiatan tersebut sudah semakin berkembang. Ada beberapa jenis outbound yang semakin umum di masyarakat.

Berdasarkan pemainnya, ada dua jenis outbound, yaitu outbound anak/kids dan juga outbound dewasa/adult. Outbound anak dilakukan oleh anak-anak berusia 5 tahun ke atas hingga 15 tahun. Outbound anak biasanya bertujuan untuk meningkatkan keberanian, kreativitas, dan bahkan kepercayaan diri.

Sementara itu, outbound dewasa adalah ketika peserta kegiatan berusia lebih dari 17 tahun ke atas. Outbound dewasa ini umumnya berisi permainan yang memacu jantung atau adrenalin seperti art rope, arum jeram, dan lainnya.

Selain itu, jenis outbound juga terbagi berdasarkan jenis game. Dalam hal ini, ada dua jenis outbound, yakni outbound soft skill dan hard skill.

Outbound soft skill adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan personal dan interpersonal, biasanya berupa kemampuan atau keterampilan. Jenis outbound ini tidak membutuhkan fisik yang berlebih untuk melakukannya.

Berbeda dengan outbound hard skill, jenis ini harus membutuhkan kegiatan fisik untuk mengasah keterampilan teknis atau penguasaan bidang seseorang sehingga lebih mudah diterapkan. Biasanya, outbound ini berfokus pada keterampilan sehingga membutuhkan ketepatan dan kecepatan.

Jasa Penyelenggara Outbound Global Trip Adventure

Dari sejarah outbound, kegiatan ini memang ditujukan untuk melatih kekompakan dan keselarasan pesertanya. Saat ini, tujuan outbound adalah untuk membantu kerjasama team, mengasah komunikasi, leadership, konsentrasi, dan lainnya.

Untuk para instansi atau lembaga yang ingin melaksanakan outbound, sebaiknya menggunakan bantuan EO. Sebab, EO akan merencanakan kegiatan outbound dengan maksimal.

Global Trip Adventure adalah EO outbound yang sudah berpengalaman. Dengan menggunakan Global Trip Adventure, pelanggan akan merasakan kegiatan outbound yang seru dan meriah.

Dengan lebih dari 245 pelanggan, Global Trip Adventure sudah memberikan pengalaman terbaik outbound bagi mereka. Peserta hanya perlu datang ke tempat outbound dan mengikuti acara yang berlangsung.

Jadi, semua akan lebih tertata. Peserta outbound tidak perlu bingung memikirkan jenis game dan properti lainnya.

Dari sejarahnya, outbound memang menjadi kegiatan yang sangat seru. Oleh karena itu, Global Trip Adventure siap membantu menciptakan kegiatan outbound yang menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *